DMI: Masjid Harus Menjadi Sarana Ukhuwah Islamiyah

Jakarta – Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol Syafruddin mengimbau agar pengurus masjid dan masyarakat dapat menjadikan rumah ibadah tersebut menjadi sarana ‘ukhuwah islamiyah’ untuk mempererat persaudaraan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengurus masjid, pengurus DMI dan masyarakat supaya masjid dijadikan tempat ukhuwah islamiyah. Makanya program kita ‘soft’ semua, seperti kebersihan, estetika, ekonomi berbasis masjid, wisata religi berbasis masjid,” kata Syafruddin usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas rombongan mudik bareng DMI di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu.

Terkait dengan adanya dugaan 40 masjid terpapar paham radikal, Syafruddin membantah adanya rumah ibadah umat Islam di Jakarta yang terdampak paham radikal.

Wakil Kepala Kepolisian RI tersebut menegaskan seluruh masjid di Indonesia mengedepankan nilai-nilai keislaman dengan semangat ukhuwah, dan meminta supaya isu tersebut tidak diperdebatkan terlalu panjang.

“Saya konsisten membantah itu. Masjid itu tempat ibadah dan suci. Silakan masyarakat mengambil pilihan-pilihan ‘soft approach’ itu. Ini bulan Ramadhan, jangan kita berpolemik di opini publik, apalagi yang kita polemikkan adalah tempat ibadah, masjid,” tegasnya.

Terkait pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang mengatakan ada 40 masjid di Jakarta terpapar paham radikal, Syafruddin mengatakan pernyataan tersebut bukan ditujukan untuk masjid.

“Jadi saya rasa alamat itu tidak tepat ditujukan kepada masjid. Masjid itu tempat ibadah, tempat suci untuk kita jaga bersama. Jadi ya supaya kita juga hati-hati berbicara,” katanya.